Menghasilkan Uang dengan Online Trading — Bisnis dalam Bidang TI

Gemar menjelajah internet tanpa tujuan? Tak ada salahnya bila menyalurkan hobi ini menjadi uang, yaitu menjadi investor pasar modal. Mencermati perkembangan ekonomi dunia, sambil menggali informasi saham-saham yang berpotensi naik. Internet ibarat lautan informasi, perlu jaring dan keahlian yang tepat untuk dapat menjala ikan. Di sinilah seni dan tantangannya, menyusun sendiri portfolio saham yang paling optimal.

Pasca resesi keuangan global, pemulihan ekonomi terjadi di banyak negara. Kekhawatiran euforia sesaat industri pasar modal, ternyata tidak terbukti. Meskipun bergerak fluktuatif, bursa saham dunia tetap dalam tren positif atau bullish. Bila tak ada aral melintang, indeks di Bursa Efek Indonesia segera menyentuh all time high dan terus menaik. Melihat kinerja ekonomi Indonesia yang baik, pasar domestik yang sangat besar, peluang sukses di pasar modal terbuka lebar.

Kian maraknya aktivitas internet, memunculkan potensi besar pengguna online trading (OLT) di bursa saham Indonesia. Saat ini, tercatat sekitar 300 ribu investor, atau 0,1% dari jumlah penduduk. Jauh tertinggal dibanding negara tetangga Malaysia yang mencapai 14%. Internetworldstates mencatat, pada tahun 2009 sebanyak 30 juta pengguna Internet berasal dari Indonesia. Target otoritas bursa meraih 1% penduduk atau 2 juta orang, seharusnya bukan hal sulit. Kepastian sistem bursa terbaru, JATS Next-G, telah sanggup menangani hingga satu juta transaksi per hari.

Perusahaan sekuritas tampak sudah bersiap-siap menyambut era OLT ini. Selain PC, perangkat bergerak seperti PDA dan ponsel juga dirambah. Transaksi lebih cepat, praktis, dan di mana saja. Demam Facebook, salah satunya didukung layanan pada perangkat mobile. Ketertarikan massal terhadap OLT, pada ujungnya akan menaikkan partisipasi investor lokal dan menambah kemandirian bursa. Saat ini, 65% kapitalisasi bursa masih dikuasai investor luar. Akibatnya, resesi ekonomi di negara lain dapat menyebabkan pelarian dana dan goncangan di bursa lokal.

Investasi dalam bentuk saham memang kurang populer di masyarakat. Pandangan yang umum adalah potensi merugi. Bursa saham terkenal rawan dari unsur-unsur spekulatif. Namun, usaha apapun saat ini tak jauh berbeda. Bertani misalnya, mulai dari bibit, pupuk, cuaca, hingga harga beras bisa berubah sewaktu-waktu. Hal ini perlu disingkapi secara bijak, yaitu berinvestasi secara rasional dalam jangka waktu terukur. Jual-beli saham bukanlah permainan tebak-tebakan yang mengarah pada perjudian. Harapan memperoleh keuntungan besar dalam waktu singkat, justru melahirkan kekecewaan.

Persepsi negatif adalah prinsip bursa saham dengan “zero sum game”, atau keuntungan satu pihak berasal dari kerugian pihak lain. Memang dalam jangka pendek tak bisa dipungkiri, tapi dalam jangka panjang ternyata tidak. Kapitalisasi bursa dapat bertambah dari banyak sumber. Misalnya masuknya investor baru, bertambahnya emiten, pembagian deviden, penerbitan saham, dan aksi korporasi lain. Selama jumlah manusia dan usaha bertumbuh, pada akhirnya semua pihak akan mendapat keuntungan.

Keterampilan berburu dan mengolah informasi merupakan bekal berharga meraih sukses. Berita dan rumor terkait emiten, seperti besarnya laba atau aksi korporasi, membuat sentimen terhadap pergerakan harga saham. Beragam cara bisa ditempuh, dengan mengunjungi situs-situs berita, blog-blog saham, berlangganan RSS feed, bergabung dengan mailing list, hingga jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter. Pesan-pesan seperti “buy ADRO, sell PTBA”, “break peak KIJA, SMRA”, “hold BUMI”, bertebaran seantero Twitter. Bila tertarik, tak ada salahnya menjadi follower.

Namun perlu diingat, dalam bisnis apapun tidak semua orang bisa menjadi pemenang. Bisa untung, bisa rugi, atau hanya impas. Mulailah dari yang kecil, menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Luangkan waktu secukupnya, jangan sampai investasi malah mengganggu pekerjaan. Bila hari ini rugi, berharap esok lebih baik. Bila besok belum baik, mudah-mudahan lusa. Akhir kata, “Ikan sepat di danau Toba, semoga bemanfaat dan selamat mencoba”.

, ,

  1. #1 by asyachruddin on January 7, 2012 - 9:46 AM

    treding/bursasaham

  2. #2 by asyachruddin on January 7, 2012 - 9:44 AM

    treding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: